Rabu, 05 Desember 2012

Ahli Fisika Ini Masuk Islam setelah Meneliti Peredaran Matahari

Bila disimpulkan, hampir semua muallaf yang masuk Islam di zaman modern ini (terutama di Barat) selalu dari latar belakang ini: Pertama, hidupnya yang tak tentu arah atau tidak tahu arah hidup yang jelas. Ketika membaca ajaran Islam atau bergaul dengan sahabat Muslimnya, mereka menemukan keteduhan, kepastian dan arah yang jelas dari tujuan hidup ini dalam Islam. Kedua, dari salah faham sebelumnya terhadap Islam. Salah faham karena tahunya Islam hanya dari media atau dari informasi-informasi yang memburuk-burukkan Islam. Setelah membaca langsung dan menggali sendiri ajaran Islam, mereka menemukan sebaliknya, Islamlah agama yang benar yang mereka cari selama ini. Ketiga, ketidakpuasan atas doktrin-doktrin atau ajaran agama yang dianut sebelumya (umumnya Katolik dan Protestan), seperti tidak masuk akal, tidak rasional atau mengandung banyak kelemahan. Keempat, dari penelitian-penelitian dan penemuan ilmiah. Yang ketiga dan keempat ini tentu golongan orang-orang cerdas dan kaum ilmuwan. Golongan ini banyak sekali. Semakin dalam ilmu pengetahuan digali mereka banyak menemukan kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Diantara ratusan ilmuwan itu, kisah fisikawan Demitri Bolykov ini menambah fakta lagi. Salam, Moef.
_______________________

REPUBLIKA.CO.ID (13-14 Agustus 2012), Demitri Bolykov, seorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorong Demitri Bolyakov masuk Islam?
Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sampel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut.
Akan tetapi Demitri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.
Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam.
Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima tobatnya.”
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

source: http://moeflich.wordpress.com/2012/09/09/ahli-fisika-ini-masuk-islam-setelah-meneliti-peredaran-matahari/

CERITA LUCU FISIKA

10 menit hidup gw dari sudut mekanika klasik
 
Gw jalan buru2 ke kampus soalnya gw pikir gw udah terlambat. Wah hari itu gelombang elektromagnetik hasil kopel medan listrik dan medan magnet intensitasnya tinggi banget, sampe2 gw merasa kepanasan dan berkeringat.

Takut terlambat banget, gw memperbesar momentum (P) gw menjadi 90 Newtonsecond (Ns), biasanya momemtum gw cuman 60 Ns aja. Akibatnya energi kinetic (Ek) gw bertambah sebesar 37 joule. Gw pikir dengan P segini gw bisa sampe gak terlambat.

Karena momentum gw tinggi, jadi gw jalannya agak nunduk. Gw ga sadar banget tiba2 di depan gw ada tiang rambu dilarang parkir. Karena Ek gw kurang dari Energi total tiang rambu, jadinya “TONG”, Ek gw jadi nol, momentum gw jadi nol, Entropi naik, Ek gw berubah jadi panas, bunyi, dan getaran tiang rambu,sesuai dengan hukum kekekalan energi dan momentum. Alias dalam bahasa gw kepala gw mental n nyut-nyutan. Untung gak ada yang lihat, malu juga kalo ada yang lihat, hehehe.

Terus di belokan ketemu mobil yang menggunakan gaya gesek untuk merubah arahnya untuk belok, saat itu gw juga pengen nyebrang, terpaksa gw ngalah, mobil belok dulu baru gw lewat. Soalnya gw ga pengen merasakan hukum aksi-reaksi Newton dengan mobil yang momentumnya 100 kali dari momentum gw.

Pas sampe kampus, temen gw ada yang ngasih tau kalo ga ada kuliah soalnya dosennya gak masuk. Wah, Gw ngomong “sial sial sial” dan timbul perasaan kesel yang gw gak tau cara menjelaskannya dengan mekanika klasik, tau gini gw gak usah nambah momentum tadi.

END..
nantikan cerita selanjutnya!!


source:  http://moelyadi-physics.blogspot.com/2011/12/cerita-lucu-untuk-yang-hobi-fisika.html

Gerak Semu Harian dan Tahunan Matahari

A.  Gerak Semu Harian Matahari
            Setiap hari kita melihat bahwa matahari terbit di kaki langit sebelah Timur, lalu bergerak makin lama makin tinggi, hingga akhirnya pada tengah hari mencapai tempat kedudukannya yang paling tinggi pada hari itu. Setelah itu ia meneruskan perjalannya, tempatnya di langit main lama makin rendah, dan pada senja hari kita lihat ia terbenam di ufuk sebelah Barat. Perjalanan matahari seperti itu bukanlah gerak matahari yang sebenarnya, akan tetapi terjadi akibat adanya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) selama sehari semalam. Peristiwa perjalanan matahari semacam itu dinamakan perjalanan semu harian matahari.
            Gerak semu harian matahari ini disebabkan oleh rotasi bumi (gerak putar bumi pada sumbu putarnya), dengan waktu rotasi yaitu 23 jam 56 menit 4.1 detik. Dengan demikian dalam sehari matahari bergerak 000 59' 08,33".
Gerak semu harian matahari mengakibatkan perubahan posisi matahari setiap harinya. Matahari terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat. Padahal gerak semu ini teramati karena bumi kita yang ber-rotasi dengan arah sebaliknya, dari barat ke timur. Sehingga akan muncul tampak kesan semu bahwa dari sudut pandang kita (sebagai pengamat) di bumi, matahari-lah yang bergerak mengelilingi.

B. Gerak Semu Tahunan Matahari
Disamping melakukan perjalanan semu harian, matahari juga melakukan perjalanan tahunannya yang sesungguhnya, yakni perjalanan matahari dari arah Barat ke Timur dalam waktu satu tahun (365,2425 hari) untuk sekali putaran. Penyebab gerak semu tahunan matahari disebakan oleh revolusi bumi,

Bumi membutuhkan waktu selama 1 tahun untuk bergerak mengelilingi matahari (revolusi). bumi, selain bergerak mengelilingi matahari, juga bergerak berputar terhadap sumbunya (rotasi). tetapi sumbu rotasi bumi ini tidak sejajar terhadap sumbu revolusi, melainkan sedikit miring sebesar 23,5 derajat. Akibat dari miringnya sumbu rotasi bumi itu, matahari tidak selalu terlihat di atas khatulistiwa bumi, matahari akan terlihat berada di bagian utara dan selatan bumi. selama setengah tahun, matahari lebih banyak menerangi bumi bagian utara, dan setengah tahun berikutnya matahari lebih banyak menerangi bumi bagian selatan.

Dalam gerak semunya, matahari akan tampak bergerak dari khatulistiwa (equator) antara 23,5 derajat lintang utara dan lintang selatan. Jalur perjalanan tahunan matahari itu tidak berimpit dengan equator langit, tetapi ia membentuk sudut sekitar 230 27' dengan equator. Jalur perjalanan matahari inilah yang disebut Ekliptika (da-iratul Buruj). Ekliptika (da-iratul Buruj) ialah lingkaran besar pada bola langit yang memotong lingkaran equator langit dengan membentuk sudut 230 27' .   


Titik perpotongan antara lingkaran equator dengan ekliptika itu terjadi dua kali. Perpotongan pertama terjadi pada saat matahari bergerak dari langit bagian selatan ke langit bagian utara yaitu di titik Aries (tanggal 21 Maret) yang disebut Vernal Equinox. Perpotongan kedua terjadi pada saat matahari bergerak dari bagian langit utara ke bagian langit selatan yaitu pada titik Libra (tanggal 23 September) yang disebut Auntumnal Equinox.      

                  Ekliptika terbagi atas 12 bagian yang masing-masing besarnya 30 derajat. Bagian-bagian itu disebut rasi bintang (mintaqatul buruj/zodiac/ constelation). Zodiak ini terdiri dari dua belas (12) rasi bintang yang membentang disepanjang ekliptika, sehingga seolah-olah merupakan ikat pinggang bola langit. Rasi bintang ialah gugusan bintang-bintang yang sering disebut dengan zodiak atau constelation. Rasi bintang yang ada di sabuk zodiak ada 12, yaitu:           
1. Aries atau Haml (domba)   
2. Taurus atau Tsaur (sapi jantan)      
3. Gemini atau Jauza' (anak kembar) 
4. Cancer atau Sarathan atau (kepiting)         
5. Leo atau atau Asad (singa)
6. Virgo atau Sunbulah (anak gadis)  
7. Libra atau Mizan (neraca)  
8. Scorpio atau Aqran (kala jengking)           
9. Sagitarius atau Qaus (panah)         
10. Copricornus atau Jadyu (anak kambing)  
11. Aquarius atau Dalwu (timba)       
12. Pisces atau Hut (ikan)      

                 
Pada saat matahari menduduki rasi bintang Aries, Taurus dan gemini atau antara tanggal 21 Maret – 21 Juni (matahari berada disebelah utara ekuator) belahan bumi bagian utara mengalami musim semi (spring) dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim gugur (autum). Pada saat matahari menduduki rasi bintang Cancer, Leo dan Virgo atau antara tanggal 21 Juni – 23 September (matahari berada disebelah utara ekuator) belahan bumi bagian utara mengalami musim panas (summer) dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim dingin (winter).           


Pada saat matahari menduduki rasi bintang Libra, Scorpio dan Sagitarius atau antara tanggal 23 September – 22 Desember (matahari berada disebelah selatan ekuator) belahan bumi bagian utara mengalami musim gugur dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim semi. Pada saat matahari menduduki rasi bintang Aries, Taurus dan gemini atau antara tanggal 22 Desember – 21 Maret (matahari berada disebelah selatan ekuator) belahan bumi bagian utara mengalami musim dingin dan belahan bumi bagian selatan mengalami musim panas.

Rabu, 28 November 2012

Penemuan Sistem Tata Surya Dengan Matahari Kembar

Para astronom untuk pertama kalinya menemukan dua planet asing yang mengelilingi dua bintang: sebuah sistem tata surya yang lengkap dengan matahari kembar seperti dunia fiksi Luke Skywalker, Tatooine.



Kebanyakan bintang seperti Matahari tidaklah tunggal, namun ada sepasang yang mengorbit satu sama lain. Para ilmuwan menemukan planet-planet dalam sistem biner tersebut, yang disebut circumbinary (planet yang mengelilingi dua bintang) dengan dua matahari seperti Tatooine di “Star Wars.”

Untuk menemukan lebih banyak planet circumbinary, astronom menganalisa data dari teleskop ruang angkasa Kepler milik NASA, yang telah mendeteksi lebih dari 2.300 planet asing potensial sejak Maret 2009. Kepler sampai saat ini sudah mendeteksi empat sistem tata surya dengan planet circumbinary — Kepler-16, 34, 35 dan 38.

Para ilmuwan sekarang telah mengumumkan deteksi sistem Kepler-47, sistem tata surya pertama yang terlihat dengan planet yang mengelilingi sepasang bintang. Bintang dan planetnya, yang disebut Kepler-47b dan Kepler-47c, berada pada jarak sekitar 5.000 tahun cahaya, di konstelasi Cygnus, sang Angsa.

"Kepler-47 menunjukkan kepada kita bahwa bintang biner dapat memiliki sistem planet yang berkumpul, seperti yang kita lihat pada bintang tunggal," ujar pemimpin penelitian Jerome Orosz di San Diego State University kepada SPACE.com. "Sebagian besar bintang-bintang di galaksi itu biner atau dalam sistem berganda yang lebih banyak lagi, sehingga fakta bahwa sistem planet tersebut dapat muncul dalam sistem jenis itu sangat penting. Jika kita hanya membatasi mencari planet di sekitar bintang tunggal, kita akan melewatkan sebagian besar bintang di galaksi."

Menemukan sistem tata surya "Tatooine"
Planet-planet tersebut terlalu jauh untuk dilihat dengan mata telanjang. Sebaliknya, keduanya ditemukan karena keredupan cahaya bintang mereka ketika melintasi, atau transit, di depan bintang itu.

Peredupan itu kecil, hanya 0,08 persen untuk planet Kepler-47b dan 0,2 persen untuk planet Kepler-47C. Sebagai perbandingan, Venus menghalangi sekitar 0,1 persen permukaan matahari saat transitnya baru-baru ini. Data dari Kepler memungkinkan peneliti untuk menyimpulkan ukuran relatif dari obyek dan orbitnya. Mereka juga mengandalkan pengamatan lebih lanjut yang dilakukan oleh teleskop di Observatorium McDonald di West Texas.



Salah satu dari bintang tersebut mirip dengan matahari kita, dan yang lainnya berukuran sepertiga lebih kecil dan 175 kali lebih redup. Planet dalam berukuran 3 kali diameter Bumi, sedangkan planet luarnya berukuran 4,6 kali diameter Bumi — planet yang lebih kecil adalah planet circumbinary terkecil yang pernah terlihat.

Planet dalamnya selesai memutari orbit setiap 49,5 hari, sedangkan yang luar membutuhkan waktu 303,2 hari, membuatnya menjadi orbit terbesar untuk transit planet di luar sistem tata surya yang pernah diketahui. Bintang-bintang itu sendiri berputar mengelilingi satu sama lain setiap 7,5 hari.

Para ilmuwan menerbitkan temuan mereka secara online pada 28 Agustus di jurnal “Science”. Mereka juga akan mengungkapkan hasil detail pada 29 Agustus di General Assembly of the International Astronomical Union di Beijing.

Planet di zona layak huni?
Menariknya, planet terluar berada di zona layak huni sistem tersebut, dengan planet berbatu seperti Bumi yang berada di suhu yang tepat untuk memiliki air cair di permukaannya.

"Kami telah mengetahui bahwa planet circumbinary bisa seperti planet-planet di sistem tata surya kita, tapi dengan dua matahari," kata salah satu penulis studi Joshua Carter di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Meskipun planet luar mungkin adalah sebuah gas raksasa yang sedikit lebih besar daripada Uranus dan oleh karena itu tidak cocok untuk kehidupan, temuan tersebut menunjukkan bahwa planet circumbinary dapat dan memang ada di zona layak huni.

"Hal yang saya anggap paling menarik adalah potensi untuk dapat ditinggali dalam sistem circumbinary tersebut," kata penulis studi William Welsh di San Diego State University. "Kepler-47C tidak mungkin dapat memiliki kehidupan, tetapi jika planet itu memiliki bulan yang besar, maka planet itu akan menjadi dunia yang sangat menarik."

Cuaca aneh di planet Tatooine

Planet circumbinary mungkin mengalami perubahan iklim yang ekstrem.

Di Bumi, matahari adalah sumber cahaya yang relatif stabil, dengan energi matahari yang kita terima (insolation) hanya bervariasi sebesar 0,1 persen atau lebih. "Akibatnya, kita tidak perlu khawatir tentang apa yang matahari lakukan, setidaknya dalam skala waktu beberapa tahun hingga beberapa dekade," kata Orosz. "Untuk sebuah planet dalam sebuah sistem biner, mungkin terdapat perubahan dalam insolation sebesar beberapa persen dalam skala waktu beberapa hari hingga beberapa pekan. Selain itu, jika sumbu rotasi planet miring, maka itu juga akan berpengaruh. Oleh karena itu musim sangat cepat berubah dan rumit."

"Juga, katakanlah demi tujuan diskusi kalau periode rotasi planet itu adalah 24 jam, seperti Bumi," tambahnya. "Karena Anda memiliki dua matahari, bukan satu, Anda dapat melihat siang hari lebih dari 12 jam, tergantung pada posisi bintang-bintang saat matahari terbit atau terbenam."

Selain itu, karena teleskop ruang angkasa Kepler menemukan bahwa semua planet circumbinary memiliki orbit yang berkaitan erat dengan orbit yang dimiliki bintang mereka satu sama lain, "Anda akan sering melihat gerhana matahari," kata Orosz. "Dalam kasus Kepler-47, ketika bintang sekunder lewat di depan bintang primer, jumlah total cahaya turun sebesar 15 persen. Hal tersebut akan terjadi setiap 7,5 hari atau lebih."

Sistem tata surya yang lebih eksotis
Penemuan terbaru tersebut menunjukkan bahwa sistem planet dapat terbentuk dan bertahan bahkan dalam lingkungan kacau di sekitar bintang biner.

Para peneliti memperkirakan bahwa planet-planet di Kepler-47 berasal lebih jauh daripada orbit mereka saat ini, di lokasi di mana kondisi untuk pembentukan planet raksasa lebih memungkinkan. Mereka kemudian akhirnya bermigrasi ke dalam karena interaksi dengan cakram gas dan debu yang juga mengelilingi bintang itu.

"Kami rasa planet-planet tersebut dan sebagian besar planet-planet lain terbentuk dari cakram puing-puing yang tersisa dari proses pembentukan bintang," kata Orosz. "Belum jelas bahwa cakram ini bisa bertahan di dekat sebuah bintang biner yang baru terbentuk, mengingat gerakan orbital dari dua bintang. Namun, sekarang tampak bahwa terlepas dari perbedaan-perbedaan kecil dalam jarak orbital, sistem planet di sekitar bintang biner dapat mirip dengan sistem planet di sekitar bintang tunggal. "

Di masa depan, para peneliti ingin mencari planet-planet asing yang lebih kecil di sekitar bintang-bintang biner.

"Kemampuan kami terbatas pada pencarian visual yang sederhana, sehingga kami perlu perangkat lunak yang lebih baik untuk membantu untuk mengotomatiskan proses," kata Orosz. "Kalau ada lebih banyak waktu dan data, saya kira kita dapat menemukan lebih banyak sistem planet circumbinary dalam data Kepler."

sumber :  http://id.berita.yahoo.com/sistem-tata-surya-dengan-matahari-kembar-ditemukan.html

Kamis, 22 November 2012

SPHEROMETER

SPHEROMETER

1.Asal usul
Spherometer merupakan alat untuk mengukur jejari kelengkungan suatu permukaan. Biasanya digunakan untuk mengukur kelengkungan lensa. Spherometer memiliki 4 kaki, dengan 3 kaki yang permanen dan satu kaki tengah yang dapat diubah-ubah ketinggiannya.
Ketelitian spherometer bias mencapai 0,01 mm.
Spherometer digunakan untuk mengukur tebal benda-benda yang tipis dan mengukur kelengkungan suatu permukaan spheris. Alat ini mempunyai dua macam skala, yaitu skala utama pada mistar M yang tegak dan skala nonius pada piringan P yang dapat berputar bersama sekrup putar S. Cara menentukan harga satu skala nonius sama dengan cara yang digunakan pada micrometer sekrup.

2.Cara kerja
Cara pemakaian spherometer adalah sebagai berikut:
Menentukan titik nol alat, yaitu spherometer diletakkan di tempat (alas) yang rata dan sekrup S diputar sampai ujung sekrup U menyentuh alas tersebut. Jika menggunakan alas dari kaca plan parallel, maka pada saat bayangan ujung sekrup berhimpit dengan ujung sekrup itu menandakan bahwa ujung sekrup sudah tepat menyinggung/ menyentuh alas jika tidak menggunakan kaca plan parallel, maka pada saat sekrup S diputar ternyata kaki spherometer K akan ikut berputar berarti ujung sekrup U sudah menyentuh alas
Sekrup S diputar sehingga jarak antara ujung sekrup dengan alas dapat ditempati oleh benda yang mau diukur tebal atau kelengkungannya.
Benda yang akan diukur tebal atau kelengkungannya diletakkan di antara alas dan ujung sekrup U.
Sekrup S diputar sampai ujung sekrup tepat menyentuh permukaan benda yang diukur.
Tebal atau kelengkungan benda dapat ditentukan dengan menghitung selisih penunjukan pada langkah 4 dan langkah 1.
Benda yang dapat diukur tebal atau kelengkungannya dengan spherometer adalah benda yang ukurannya lebih kecil dari jarak antara kaki-kaki spherometer. Spherometer yang masih baik digunakan adalah spherometer yang ujung-ujung piringannya tidak peot dan ujung sekrup U benar-benar runcing.

3.Contoh perhitungan
Misal mengukur Radius Lengkung, R
The (tetap) luar kaki spherometer yang menentukan jarak SM.
Ini hanyalah jari-jari lingkaran yang dibentuk oleh kaki. Untuk menemukan ini radius, mengukur jarak dari kaki pusat (bila coplanar dengan yang lain
kaki) ke salah satu kaki luar. Jarak ini ditampilkan dalam diagram skema
r = SM
BD Jarak ditentukan dari kejauhan bergerak kaki pusat.
Pertama menentukan posisi kaki sentral ketika coplanar dengan kaki luar dengan menggunakan flat disediakan. (Untuk spherometer baru, "goyang" teknik disarankan Kaki spherometer pusat adalah tekanan sensitif dan mekanis menggerakkan lengan tuas yang menimbulkan sepotong kawat.
Selanjutnya, temukan posisi kaki pusat di permukaan yang diukur. Perbedaan antara dua posisi ini adalah perubahan dari h kaki pusat yang sama dengan DB pada diagram perhitungan.
Persamaan kami sekarang berbunyi: R = r2/2h + h / 2

sumber : http://kitieharjanto.blogspot.com/2011/01/spherometer.html